Friday, December 19, 2008

tentang stock index

Merupakan indikator pasar untuk mengukur dan mencatat rata-rata tingkat perubahan harga saham baik sebagian maupun keseluruhan harga Saham Biasa (Common Stock) yang ditransaksikan di bursa.
Karakteristik Stock Index (Index Saham) antara lain: Memiliki Satuan Lot, Ukuran Kontrak, Bulan Perdagangan, Jangka waktu penyelesaian posisi, dsb.


Cara Memperdagangkan Stodex
Index saham berjangka (Stock Index Futures) yang dibentuk sebagai sarana hedging, investasi dan trading, memiliki karakteristik tertentu seperti satuan unit transaksi yang disebut 'Lot', ukuran nilai transaksi yang disebut 'Contract Size' (Besar Kontrak), dan masa batas waktu berakhirnya suatu kontrak (period of expired contract).

Investor dapat melakukan transaksi dengan melaksanakan pembelian ataupun penjualan sejumlah unit transaksi dengan berpatokan pada pergerakan harga Stock Index Future yang secara otomatis akan selalu mengacu perubahan yang terjadi pada harga Stock Index Spot. Jika terjadi perbedaan harga antara harga Stock Index Futures dan harga Stock Index Spot hal tersebut disebabkan adanya faktor suku bunga, dividen teoritis dan ekspektasi pasar.

Suatu transaksi Stock Index Futures dianggap telah menutup/menyelesaikan transaksinya jika telah melikuidasi posisi transaksinya (settlement position). Posisi likuidasi/penutupan (liquidation position) harus selalu berlawanan dengan posisi pembukaan transaksi (opening position). Contoh : posisi open buy ditutup dengan close sell, dan sebaliknya.

Investor dapat memulai membuka kontrak transaksinya baik dengan membeli terlebih dahulu atau menjual kontraknya terlebih dahulu (short Selling) serta dapat dengan bebas untuk mengakhiri (melikuidasi) kontrak transaksinya kapan saja dan juga bebas mempertahankan posisinya, kecuali jika kontrak Index Future bersangkutan telah berakhir masa kontraknya (Contract expire).

Nilai Investasi BERDASARKAN MARGIN

Ilustrasi perhitungan transaksi Index Nikkei :
Pada tanggal 4 Agustus 2008, nasabah melakukan pembukaan kontrak transaksi Index Nikkei Future untuk kontrak bulan September (JPJ30/SN1U8) dengan melakukan penjualan 5 Lot kontrak (Open Sell Position) pada level harga 13200.

Pada hari itu juga Index Nikkei Future Juni (JPJ30/SN1U8) melemah mencapai level harga 13100 sehingga Nasabah kemudian memutuskan untuk menutup posisi transaksi (melikuidasi posisi) dengan melakukan transaksi pembelian (Close Buy Position).

Formula Laba/Rugi Transaksi :

(Harga Jual - Harga Beli) x Contract Size x Jumlah Lot
Laba bersih = Laba Kotor - (Komisi x Jumlah Lot)
Rugi Bersih = Rugi Kotor + (Komisi x Jumlah Lot)

Hasil perhitungan transaksi tersebut diatas akan menghasilkan kalkulasi sebagai berikut jika diasumsikan nilai tukar (Kurs) yang berlaku adalah 1 JPY = Rp 60,-


Kalkulasi Laba / Rugi :
Laba/Rugi Kotor =
(13200 - 13100) x (Y 500) x (5 Lot) = Y 250.000 = Rp 15.000.000


Laba/Rugi Bersih =
Rp 15.000.000 - (Rp 350.000 x 5 lot) = 13.250.000

* Perhitungan diatas dapat terjadi sebaliknya




Related Posts by Categories



0 comments:

Post a Comment